Minggu, 16 April 2017
Minggu, 02 April 2017
Ekstrak Kulit Manggis Berkasiat Tinggi
Ratu Segala Buah
Manggis merupakan komoditas ekspor. Tapi, jumlah ekspornya tidak lebih dari 10% dari total produksi. Untuk itu, perlu dicari solusihya. Salah satunya adalah dengan mengolah buahnya menjadi produk kesehatan. Maka, sejalan dengan perkembangan ilmu, orang mencari zat-zat Alami yang berkhasiat pada buah itu. Ternyata, kulit buah manggis kaya dengan zat ajaib yang disebut ekstrak kulit buah manggis, yang dapat mencegah berbagai penyakit. Dan zat ini tak ditemukan pada buah-buahan lain. Oleh karena itu, manggis dijuluki "queen of fruits alias ratu segala buah".
Kandungan utama kulit buah manggis adalah vitamin A, vitamin B1, vitamin B6, vitamin E, dan vitamin C. Namun ia juga mengandung unsur-unsur lain seperti katekim, potasium, kalsium, fosfor dan besi.
Khasiat ektrak kulit manggis
Ektrak kulit manggis ditemukan oleh ilmuan Jerman pada 1855. Kulit manggis mengandung antioksidan 17.000 - 20.000 orac per 100 ouce. Padahal, bahan alami berkadar antioksidan tinggi, seperti wortel dan jeryk, hanya 300 dan 2.400 orac. Orac adalah singkatan dari oxygen radical absorbance capasity, kemapuan antioksidan menetralkan radikal bebas penyebab penyakit.
Ektrak kulit manggis mampu menjadi pelindung sel pada proses oksidasi, penuaan, arau perusakan oleh radikal bebas. Sifat antioksidannya melebihi vitamin E dan vitamin C.
Ektrak Kulit Manggis dapat berperan sebagai:
- Anti Lelah
- Anti Alergi
- Antu Aging
- Anti Inflamasi
- Anti Parsikon
- Anti Alzheimer
- Anti Jerawat
EKTRAK KULIT MANGGIS DAPAT MEMBANTU TUBUH UNTUK:
1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh (Stamina)
2. Mencegah dan mengatasi Penyakit Jantung
3. Mencegah dan mengatasi Struk
4. Mencegah Stres
5. Mencegah dan mengatasi diabetes melitus
6. Kolestrol
7. Kanker Payudara
8. Kanker Usus Besar
9. TBC
10. Penyakit Asam Lambung
11. Infeksi saluran kemih
12. Mengatasi nyeri sendi
13. Pelangsing (Slimming)
Pada tahun 2002 ditemukan fakta bahwa ektrak kulit manggis efektif menghambat kanker hati, kanker lambung, dan kanker paru. Seorang penelitu Thailand, 2004, mememukan, pericarp kulit buah manggis efektif melawan kanker payudara dengan khasiat yang jauh efektif daripada obat.
Sumber: Gracia Ekatra Kulit Manggis, PT Zena Nirmala Sentosa
Cara Nabi Menangani Sihir
Dalam Sebuah Hadist, Aisyah diceritakan seperti ini "Sampai pada suatu hari atau suatu malam ketika Beliau bersama diriku, Rasulullah SAW tidak henti-hentinya berdoa. Kemudian Beliau berkata "Wahai Aisyah, tahukah engkau bahwasannya Allah telah mengabulkan permohonanku (untuk disembuhkan) ? Ada dua orang lelaki yang mendatangiku (didalam mimpi). Salah satunya duduk di dekat kepalaku dan salah satunya lagi duduk dekat kakiku.
Salah seorang dari mereka bertanya kepada temannya: "Apa penyakit ini orang ini (Nabi)?"
Tamannya menjawab: "Dia terkena sihir."
Dia bertanya lagi: "Siapa yang menyihirnya?"
Temannya menjawab: "Labid ibnul A'sham."
Dia bertanya lagi: "Disihir Melalui Benda Apa?"
Temannya menjawab: "Pada rambut rontok dan seludang mayang kurma jantan."
Dia bertanya lagi: "Di mana benda-benda ini disembunyikan?"
Temannya menjawab: "Disembunyikan di sumur Dzarwan."
Kemudian Rasulullah pergi mandatangi sumur itu bersama dengan beberapa orang sahabat. Rasulullah melihat sumur tersebut dan di dekatnya ada sebatang pohon kurma yang tumbuh.
Kemudian Beliau kembali ke rumah dan berkata kepada Aisyah: Wahai Aisyah, air sumur itu warnanya seperti rendaman daun inai pacar (coklat kemerahan) dan puncak pohon kurmanya seperti kepala setan!"
Saya bertanya: "Wahai Rasulullah, tidaklah Tuanku mengeluarkan benda (tersihir) itu dari sumur?"
Rasulullah menjawab: "Adapun diriku, maka Allah telah menyembuhkanku, dan aku tidak ingin menimbulkan gejolak keributan yang padanya terdapat kejelekan terhadap orang-orang." Aisyah berkata: Kemudian Rasulullah memerintahkan supaya sumur itu ditimbun. "(Hadist riwayat Imam Bukhari kitab Ath-Thib. No 5753)
PENJELASAN
Sihir yang terjadi menimpa Rasulullah ini brrasal dari seorang Yahudi bernama Labid ibnul A'sham. Namun, Allah menyelamatkan sampai datang wahyu tentang cara berlindung kepada Allah dengan membaca Al-Mu'awwidzatan (surah Al Falaq dan surah An Nas).
Secara etimologis, Sihir artinya sesuatu yang tersembunyi dan sangat halus penyebabnya. Sedangkan menurut istilah syariat, Abu Muhammad Al Maqdisi menjelaskan, sihir adalah azimat-azimat, mantara-mantra ataupun buhul-buhul yang bisa memberi pengaruh terhadap hati sekaligus Jasad, bisa menyebabkan orang menjadi sakit, terbunuh, ataupun memisahkan seorang suami dari istrinya.
Imam bukhori juga telah menceritakan riwayat ini dalam kitab bad'ul khalq (aqal mula penciptaan) bab sifat iblis dan tentara-tentaranya. Hal ini mengisyaratkam bahwa sihit itu hanya ada dalam perbuatan-perbuatan iblis dan sekutunya dan dibagian akhir beliau mengemukakan kalimat-kalimat ini: bab syirir dan sihit itu termasuk perbuatan kotor.
Al-'Alamah al-'Aini pensyarah (komentator) Shahih Bukhari mengatakan: "Beliau menyebutkan masalah tenung dan sihir secara bersamaan karena keduanya itu berasal dari perbuatan setan. Dan seakan-akan keduanya berasal dari satu wadah. "Setan dan lara sekutunya tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi nabi Allah menutut nash Al-Qur'an. Dengan demikian adalah hal nustahil bahwa Beliau dikuasai oleh setan atau dipengaruhi oleh sihir. Orang Yahudi telah menyatakan bahwa mereka telah beberusaha menyihir Rasulullah namun gagal.
PRO KONTRA NABI TERKENA SIHIR
Meskipun hadis diatas shahih tetapi banyak kalangan ulama yang memakai bahwa Nabi itu sakit tidak terkena sihir. Sebab dengan itu dapat menurunkan kemuliaan Nabi dan bahkan menuduh berita itu dari kaum Yahudi.
Namum sebagian ulama menyakini Nabi terkena sihir mengingat hadist tersebut detail dan didukung hadist lain yang memang menceritakan adanya sihir dan selanjutnya Nabi memberi tahu cara mengatasianya. Berkaitan dengan hadist ini Al Qadhi 'Iyadh menjelaskan: "Sihir adalah salah satu jenis penyakit diantara penyakit-penyakit lainnya yang wajar menimpa Rasulillah SAW, seperti halnua penyakit lain yang tidak diingkari. Sihir ini tidak menodai nubuwwah Rasulullah".
LANTAS BAGAIMANA RASULULLAH MENGATASI SIHIR
Pertama, Berdoa disertai dengan tawakal kepada Allah sebab ia dapat menguatkan tingkat kepasrahan kepada Allah, yang selanjutnya Allah menurunkan dua malaikat yang memberi tahu, di mana keberadaan tersebut.