Awal agama mengenal Allah ("Awaluddin Ma'rifat"). Mengenal yang ghaib tidak dapat dilakukan dengan kedua mata lahir yang kasat. Dan untuk mengenal-Nya hanya dapat dilakukan dengan keimanan diri (jiwa/qalbu) adalah merupakan prasyarat untuk dapat mengenal Allah SWT("Man arafa Nafsahu faqad Arafa Rabbuhu")
Beruntunglah orang yang dapat mengenal diri melalui Qalbu nya, karena sesungguhnya kecerdasan spiritual sebagai puncak kecerdasan yang paripurna dari seseorang manusia hanya akan dapat apabila ia mampu mendisik Qalbi didalammnya ( Akal, Ruh dan Nafsu/Syahwat). Semenjak kapan seseorang itu mengenal Tuhannya, maka pada hakikatnya itulah usia dirinya di mata Allah SWT. Dan inilah yang mesti kita bawa untuk pulang kembali ke kampung halaman asal ke syurga ketika berjumpa dengan Allah SWT (Live is a Journey from Allah to Allah)
Masing masing manusia sesungguhnya mempunyai tugas spesifik yang menjadi alasan penciptanya. Jika ia berhasil menemuka tugas tersebut seperti pengetahuan yang telah Allah berikan dalam jiwanya, maka ia akan menjadi terbaik dalam bidangnya atau tepatnya pelaksanaan pengabdian akan dimudahkan oleh Allah, yaitu sesuai dengan fungsinya untuk apa ia diciptakan-Nya. Dengan kata lain, setiap manusia sesungguhnya mempunyai "misi hidup" tersendiri yang merupakan amalan tertinggi di sisi Allah SWT. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Setiap diri bekerja sesuai dengan untuk apa ia ciptakan atau menurut apa yang dimudahkan". (HR. Bukhari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar